Templates by BIGtheme NET
Home » Artikel » Program Perlindungan Das di Aceh

Program Perlindungan Das di Aceh

Sejak 2007 melalui Program Fresh Water, WWF Indonesia Kantor Program Aceh mendorong adanya upaya perlindungan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terpadu dan berkelanjutan. Ada dua DAS yang menjadi wilayah kerja WWF yakni DAS Krueng Sabee dan DAS Peusangan.

DAS Krueng Sabee terletak di Kabupaten Aceh Jaya, sebelah barat propinsi Aceh, sedang DAS Peusangan berada di lintasan Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen dan Aceh Utara di sisi utara Propinsi Aceh.

Di Aceh terdapat 15 kawasan DAS utama yang memiliki biodiversity penting termasuk 4 spesies langka sumatera yakni harimau, orangutan, gajah dan badak dan spesies lainnya yang jumlahnya sangat besar. Selain itu sebagian besar kawasan lindung dan kawasan konservasi di Aceh berada dalam lanskap kawasan DAS. DAS Krueng Sabee dan DAS Peusangan merupakan DAS yang cukup penting di Aceh karena ada lebih dari 1,5 juta orang yang hidup di sekitar DAS ini.

Saat ini kondisi sebagian besar DAS tersebut dalam keadaan memprihatinkan akibat dari perubahan fungsi ekosistem yang berdampak pada meningkatnya frekuensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Meningkatnya alih fungsi hutan menjadi kawasan budidaya seperti pembukaan perkebunan dan pemukiman, perambahan hutan, illegal logging, galian c dan pertambangan telah memperburuk kualitas ekosistem di kawasan DAS.

Upaya untuk memperbaiki kerusakan DAS dan mempertahankan kelestarian ekosistem sekitar memerlukan dukungan banyak pihak. WWF Indonesia bersama para pihak telah menginisiasi pembentukan Forum DAS Krueng Sabee dan Forum DAS Krueng Peusangan sebagai forum para pihak dalam mengelola DAS secara bersama dan berkelanjutan.

WWF punya pengalaman menarik bagaimana membangun Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh yang diinisiasi dari dua level yang berbeda, yakni Forum DAS yang dibangun dari inisiasi masyarakat di tingkat bawah dan Forum DAS yang dibangun dari tingkat atas pengambil kebijakan di pemerintahan lintas kabupaten/kota di Aceh.

Forum DAS Krueng Sabee adalah contoh Forum DAS yang dibangun atas inisiasi langsung dari masyarakat lokal. Forum ini dibangun dari keinginan kuat masyarakat 10 desa yang ada di sepanjang Sungai Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, sebuah sungai cukup besar di wilayah barat Aceh. Inisiasinya dimulai sejak 2007, dalam dukungan WWF untuk kegiatan rehabilitasi lingkungan Aceh pasca tsunami.

WWF bersama Yayasan Pemerhati Dunia Hijau Indonesia (PADHI) dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dengan didukung oleh American Red Cross telah membantu memfasilitasi masyarakat untuk membentuk Forum DAS Krueng Sabee. Masyarakat merancang sendiri kelembagaan Forum DAS Krueng Sabee melalui musyawarah partisipastif.

Forum ini terbentuk secara resmi pertengahan 2008. Anggota Forum terdiri dari unsur masyarakat desa, tokoh adat dan pemerintahan Aceh Jaya. Ketua forumnya adalah Abdullah Rajab seorang tokoh adat di sana.

Forum ini kemudian mendapat pengakuan dari Pemerintahan kabupaten Aceh Jaya dan telah disahkan kelembagaannya melalui Surat Keputusan Bupati. Proses pembentukan Forum DAS Krueng Sabee tidak begitu sulit karena masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk berpartisipasi melakukan pelestarian DAS Krueng Sabee. Selain itu tingkat koordinasinya juga lebih muda karena DAS hanya mencakup satu kabupaten saja.

Hingga saat ini keberadaan Forum DAS Krueng Sabee berdampak positif pada upaya mengurangi kerusakan lingkungan lebih parah terutama di bagian hulu sungai. Anggota Forum DAS aktif menyadarkan masyarakat untuk ikut serta melindungi hutan, termasuk memberi penyadaran kepada pelaku illegal logging agar tidak menebang pohon.

Kegiatan utama Forum DAS Krueng Sabee saat ini adalah mengelola kawasan restorasi seluas 82 hektar di bagian hulu DAS atas persetujuan Bupati Aceh Jaya. Kawasan ini akan ditanami oleh tanaman kehutanan dan buah-buahan. Forum DAS juga membangun sendiri pusat pembibitannya. Forum DAS Krueng Sabee juga sudah membuat MoU dengan Badan Layanan Air Minum Daerah Aceh Jaya untuk menjalankan mekanisme Imbal Jasa Lingkungan dalam upaya melindungi DAS Krueng Sabee.

Sementara itu proses inisiasi Forum DAS dari level atas dilakukan untuk DAS Krueng Peusangan. Prosesnya lebih agak rumit daripada di Krueng Sabee, karena DAS Krueng Peusangan berada di lintas 5 kabupaten/kota yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireun, Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Untuk menyatukan pemikiran para pihak di sana memerlukan proses lobi dan diskusi karena nantinya menyangkut menyatukan dan meningkatkan koordinasi program dari para pihak terutama dari pemerintah.

Proses mendorong pengelolaan DAS Krueng Peusangan secara bersama antara para pihak di 5 kabupaten/kota telah berlangsung sejak 2008. Hasilnya tahun 2011 Forum DAS Krueng Peusangan yang beranggotakan para pihak dari 5 Kabupaten/kota telah terbetuk dan diketuai oleh Dede Suhendra. Di waktu yang bersamaan 5 Bupati/Walikota juga telah menandatangani surat perjanjian kerjasama untuk mengelola DAS Krueng Peusangan secara bersama dan berkelanjutan. Dokumen kerjasama ini juga turut ditandatangani oleh Gubernur Aceh. Dokumen Rencana strategis pengelolaan DAS Krueng Peusangan juga telah disusun bersama oleh para pihak.

Selain melakukan model pengelolaan DAS secara partisipatif, WWF juga telah mendorong dilaksanakannya mekanisme Imbal Jasa Lingkungan di kedua DAS tersebut. Sampai saat ini, sudah ada 2 privat sektor di DAS Peusangan yang telah menjalankan mekanisme kerjasama Imbal Jasa Lingkungan yakni PT. Pupuk Iskandar Muda yang bekerjasama dengan Aliansi Masyarakat Peduli DAS di Bireuen, yang melakukan kegiatan penanaman di sekitar sungai Peusangan. Pada tahap pertama tahun 2011, PT. PIM memberikan dana Rp 50 juta untuk pengadaan bibit dan penanaman, dan akan dilanjutkan pada tahap kedua.

Sementara PT. Arun juga telah menandatangani MoU kerjasama Imbal Jasa Lingkungan dengan WWF Indonesia untuk melaksanakan program-program di DAS Peusangan seperti pelatihan kepada masyarakat, workshop nasional DAS Peusangan dan kegiatan kampanye untuk publik yang akan dimulai di tahun 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful